Selasa, 08 November 2016

MaPa

Mama..
Papa..
Aku tak tau bagaimana cara menyampaikan ini langsung kepada mu,
karena aku tak ingin melihat mu bertambah sendu..

Aku benci keadaan ini ma, pa,
 keadaan dimana aku bertambah dewasa dan engkau bertambah tua.
Jika aku boleh meminta aku tak ingin dewasa,
aku hanya ingin selalu bersama mu,
aku hanya ingin mengeluarkan mu dari pekerjaan berat mu,
aku hanya ingin melihat engkau menikmati masa tua mu
dengan senyum bangga melihat anak-anak mu.

Tapi, .
apa daya ku ma, pa. .
Aku masih belum bisa menjadi kebanggaan mu. .
Aku masih melihat mu bekerja tanpa mengenal waktu.
Aku masih melihat lelah dirawut wajah mu.
Ketika melihat mu tertidur disitulah aku selalu merasa sedih,
takut akan kehilangan hari-hari bersama mu.

Engkau masih belum memiliki hari tua yang indah.
Aku masih menyusahkan mu dengan tenaga mu yang tak lagi sama seperti dulu.

Ma, Pa....
Apa yang mesti aku lakukan sekarang,
aku tak ingin pergi meninggalkan mu berdua dengan rasa sepi tanpa anak-anak mu.
Namun aku juga tak ingin melihat mu susah dihari tua mu yang pasti.
Aku tak ingin lagi melihat mu pergi disaat aku tidur dan pulang disaat lelah.

Ma, Pa...
Sehatlah selalu...
Doakan aku disetiap sujud mu, agar aku bisa membahagiakan dimasa tua mu...



By; ega wahyuni

Minggu, 06 November 2016

Salah kah?

cinta kata yang paling berat dalam hidup ku, aku tak percaya apa cinta.. karena setiap aku mencintai aku slalu kehilangan cinta. mungkin hal ini karena aku memiliki keinginan penuh untuk memiliki. aku salah aku salah menilai cinta. cinta itu tak harus memiliki? aku udah coba berkali kali seperti itu aku hanya ingin orang yang aku cintai bahagia, namun apa aku sllu terpuruk dalam ungkapan itu. aku sllau memnangis aku tak bahagia.. lalu apa yang harus aku lakukan , aku hanya diam seperti patung karena cinta tak pernah memihak kepada ku.. apa yang salah sama diri ku.. apa tak boleh Tuhan aku memiliki cinta? apa sebesar itukah cemburu Mu Tuhan ? setiap aku mencintai orang lain aku slalu jatuh kelubang yang sama.. begitu menyedihkan cinta ku.. hati yang terus berkeping keping tak menyisakan beling sedikit pun hancur seperti debu yang tak tampak lagi.
hari hari ku penuh kesedihan ku tutupu dengan raut kebohongan atas nama kebahagiaan..
hati ini terus menangis bertanya apa yang salah??
terluka, merelakan, mengikhlaskan apa terlalu munafik hidupku? berjalan dengan derai air mata tapi tak tampak ada cahaya gemilau untuk menerangi kegelapan hati..

Tuhan ajarkan aku mencintai Mu dan Rasul Mu...
agar aku tak salah dalam mencintai lagi lagi dan lagi