Kamis, 29 Maret 2018

karena hidup hanya ada satu kekecewaan besar

Aku tak pernah marah pada mu.. namun bayank kekecewaan yang aku rasakan dari mu..
sahabat yang aku sayang aku anggap saudara malah menyakiti lebih sakit dari belati...
apa salah sama diri ini?? saat kau terpuruk jauh kehilangan mama mu aku ada disamping mu menemani hingga aku merelakan nilai ujian kuliyah ku dihari itu hanya untuk menemanimu, menguatkan mu saat2 itu. . .
saat kau tak ada teman untuk berbagi cerita, saat tak ada orang yang peduli, saat kau tak ada uang pun aku salalu ada untuk mu.. aku hadir dalam hari- hari terburuk mu...
aku salau berusaha menjadi teman yang menyemangati mu hingga kamu bisa lepas dari bebaban hidup mu...
namun semua tak berarti.. aku hanyalah aku orang yang tak kau pandang sama sekali... kau jadikan aku bahan tawaan mu disaat semua telah kau raih...
memang usaha mu begitu keras, namun apalah aku hanya orang yang tak berharap dibalas dengan apapun.. namun kau beri  aku balasan dengan kekecewaan. . .
selamat bahagia sahabat ku.. sahabat yang tak terlupakan sepanjang masa...
aku bahagia melihatmu bahagia.. namun ini adalah akhir perjalanan persahabtan kita..
kekecewaan. . . .

aku menulis ini bukan beraharap balas jasa atau mengharapkan balasan dari apa yang pernah aku lakukan namun ini adalah bentuk ungkapan rasa kekecewaan terbesar dalam hidupku.. cukup ku tau kau seperti apa.. semoga kebahagiaan selalu menyelimuti mu karen hidup hanya ada satu kekecewan besar..

untuk mu  sahabat ku yang membuat aku kecewa. . . . .

0 komentar:

Posting Komentar